7 Konsep Matematika yang Penting untuk Diajarkan Kepada Balita

Banyak orang beranggapan bahwa matematika hanya berhubungan dengan angka-angka saja. Matematika sebenarnya bukan sekedar operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian saja, tetapi lebih dari itu matematika sesungguhnya berisi konsep-konsep yang biasa diterapkan sehari-hari. Bahkan kebanyakan dari konsep tersebut tidak memerlukan operasi perhitungan sama sekali.

Konsep matematika perlu diajarkan kepada anak sejak dini, bahkan sejak masih bayi. Dan seiring dengan perkembangan si anak, konsep yang diajarkan tersebut semakin detail, sampai akhirnya diterapkan dalam bentuk perhitungan yang rumit pada level universitas.

Berikut ini tujuh konsep penting dalam matematika yang penting untuk diajarkan kepada anak Balita. Pengenalan konsep berikut ini sejak kecil akan membantu pemahaman konsep yang lebih rumit yang akan diajarkan di sekolah atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 

1. Pola

Pola dapat diartikan sebagai hubungan keteraturan antara satu hal dengan hal yang lain. Pola penting dalam matematika dan sains karena kemampuan untuk menemukan dan mengenali pola membantu kita memahami bagaimana dunia kita bekerja dengan cara yang logis dan dapat diprediksi .

Anda dapat mulai mengenalkan pola kepa da anak bayi melalui permainan menyenangkan seperti bermain ciluk-ba, bernyanyi, menari, menyentuh hidung dan jari-jari kaki, dan merasakan tekstur yang berbeda.

 

2.Urutan

Urutan adalah susunan dari benda atau peristiwa yang berurutan. Memahami urutan membantu anak anda mengembangkan rasa keteraturan, logika, dan akal.

Sebuah contoh dari kegiatan bermain dengan anak anda yang melibatkan urutan adalah bermain dengan kayu balok dalam cara langkah demi  langkah dengan tujuan tertentu, contohnya membangun sebuah bangunan menara yang tinggi. Membacakan cerita untuk anak anda dengan penekanan pada bagaimana cerita secara logis terungkap akan membangun pola pikir untuk berpikir rasional dan logis.

 

3. Deretan

Deret adalah konsep matematika yang melibatkan pengurutan sesuatu dengan cara yang logis.

Contoh permainan yang melibatkan deretan adalah permainan menyusun lingkaran dari besar ke kecil.

 

 
4. Hubungan spasial

Konsep ini mengajarkan kepada anak untuk menyadari keterkaitan dirinya dengan lingkungan di sekitar. Hal ini merupakan fondasi untuk konsep matematika yang lebih tinggi, misalnya yang berhubungan dengan arah.

Permainan yang dapat mengajarkan mengenai hubungan spasial ini antara lain permainan memasuki lorong. Untuk anak yang sudah agak besar, mereka bisa diajarkan untuk menyusun puzzle, atau memutar kubus rubik.

 

5. Pemilihan

Konsep ini digunakan ketika hal-hal dengan sifat atau atribut yang sama dikelompokkan bersama.

Contohnya permainan mengelompokkan benda berdasarkan warna, ukuran, bentuk, dsb.

 

6. Perbandingan

Di sini, anak anda mengidentifikasi dan memeriksa sifat spesifik dari objek atau ide-ide yang berbeda dan kemudian membuat penilaian tentang bagaimana mereka sama atau berbeda. Mainkanlah permainan anak yang melibatkan membandingkan benda-benda dengan ukuran, jumlah atau atau sifat yang berbeda.

Untuk anak Balita, anda dapat membandingkan hal-hal seperti gelap vs. terang, atas vs bawah, dsb.

 

7. Korespondensi

Konsep ini menghubungkan keterkaitan satu objek dengan objek lainnya.

Untuk mengajarkan konsep ini dapat dilakukan misalnya dengan permainan memasangkan gambar.

Ayo sebarkan artikel ini!

 

Pendapat anda

komentar

Submit a Comment