Cara Mengatasi Rasa Bosan pada Anak

“Bosaan…”
Itulah kata yang terucap hampir tiap hari dari mulut anak-saya, Teteh (9 tahun) dan Ade (6 tahun). Saya sampai bosan mendengar mereka bilang bosan. Lalu, suatu saat saya bilang: “Kalau bosan, dicubitin aja ya biar nggak bosan”. Berikutnya kalau mereka mengeluh bosan, saya tanya: “Ooh bosan ya?”, mereka langsung bilang: “Sudah nggak bosan kok”, karena nggak mau dicubitin he he…

Saya yakin, setiap orang tua pasti pernah mengalami masalah yang sama, yaitu anaknya mengeluh merasa bosan. Bahkan anak-anak yang memiliki segudang mainan dan video game pun pasti akan pernah merasa bosan.

Karena itu, awalnya saya mencoba untuk mencari di Internet tentang berbagai aktivitas yang dapat dilakukan supaya anak menjadi tidak bosan. Kemudian ternyata saya menemukan sesuatu hal yang sangat menarik berkaitan dengan rasa bosan pada anak-anak. Ternyata rasa bosan pada anak bukan saja merupakan sesuatu yang wajar, tetapi justru sangat dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang anak. Dan orang tua tidak selalu mesti berbuat sesuatu untuk membuat anak menjadi tidak bosan.

Anak-anak jaman sekarang sudah begitu terbiasa dengan tayangan TV dan berbagai macam gadget, sehingga ketika orang tua berusaha untuk membatasi penggunaan TV dan gadget tersebut, mereka tidak tahu harus melakukan apa. Anak-anak tidak tahu bagaimana memanfaatkan “waktu bebas” dimana mereka sedang tidak belajar, menonton TV, atau bermain gadget.

Berikut ini poin-poin yang saya pelajari dari berbagai artikel para psikolog berkaitan dengan rasa bosan pada anak:

1. Rasa bosan adalah bagian dari proses tumbuh kembang anak. Dengan mengalami rasa bosan, maka anak-anak akan berfikir dan membuat aktifitas yang dirasa menyenangkan. Kreatifitas akan tumbuh berawal dari rasa bosan ini.

2. Anak-anak memerlukan waktu bebas atau waktu yang tidak terstruktur dimana mereka bisa melakukan aktifitas lain diluar aktifitas rutin. Sangat penting bahwa mereka bisa memikirkan dan menentukan sendiri kegiatan apa yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu tersebut.

3. Tugas orang tua bukanlah untuk membuat anaknya selalu merasa terhibur setiap saat. Kreatifitas anak-anak tidak akan berkembang apabila mereka selalu harus diberitahu oleh orang tua harus melakukan apa.

4. Mengajak pergi ke mall atau berjalan-jalan bukanlah solusi yang tepat. Pergi keluar hanya akan mengalihkan perhatian si anak dari merasa bosan tanpa memberikan kesempatan kepada anak untuk memikirkan solusi kreatif untuk mengatasi kebosanannya.

5. Orang tua dapat memberikan ide kepada anak-anak tentang apa yang bisa dilakukan atau menemani mereka melakukan sesuatu, tetapi sebaiknya dibuat agar tetap anak-anak yang memegang kendali.

Kadang kita perlu membiarkan anak-anak untuk menjadi bosan sampai mereka merasa bosan sendiri dengan kebosanannya, sehingga mereka mulai melakukan hal-hal yang kreatif.

 

 

Lalu bagaimana dengan peran kita sebagai orang tua dalam menyikapi kebosanan anak?

Pertama, kita mesti menunjukkan bahwa kita peduli dengan perasaan mereka. Kita boleh untuk tidak berbuat sesuatu, tetapi tidak boleh mengabaikan mereka. Selanjutnya, apabila mereka belum mendapatkan ide dan meminta bantuan kita, berilah beberapa pilihan. Biarkan mereka memilih sendiri apa yang akan mereka lakukan. Ikutlah terlibat apabila kita punya waktu dan aktifitas anak memerlukan bantuan kita.

Pada banyak kesempatan, anak-anak akan menemukan sendiri hal-hal yang mereka bisa lakukan. Saya perhatikan, kadang-kadang apa yang mereka hasilkan ternyata sangat menarik dan diluar dugaan. Tapi ada kalanya kita sebagai orang tua harus membantu memberikan ide tentang apa yang bisa dilakukan. Masalahnya, kadang kita sendiri ternyata nggak punya ide harus ngapain.

Saya mengalami sendiri kesulitan ini. Karena itulah saya membuat daftar aktifitas kreatif yang dapat dilakuan bersama anak. Kedepannya, saya akan membuat satu kategori khusus dalam blog ini mengenai aktifitas yang dapat dilakukukan oleh anak dan orang tua.

Contoh aktifitas pengusir bosan
  • Main tebak-tebakan
  • Menebak bentuk awan di langit
  • Menulis surat kepada nenek
  • Menyusun buku untuk membuat perpustakaan pribadi
  • Merekam video
  • Menggambar komik
  • Menyusun ulang kamar
  • Membuat kerajinan daur ulang
  • Melakukan percobaan sains sederhana
  • Membuat es krim
  • Bermain badminton di depan rumah atau di taman
  • Mencuci mobil
  • Memasak bersama-sama
  • Bersepeda
  • Belajar pemrograman
  • Mengedit foto dan video
  • Mengarang lagu
  • Menanam tanaman
  • Bermain petak umpet
  • Membersihkan rumah
  • Membuat slime
  • Menulis diary
  • Membuat blog keluarga
  • Menelpon teman lama
  • Membuat origami
  • Membuat dekorasi kamar
  • Main hujan-hujanan
  • Membuat tempat penyimpanan rahasia
  • Lomba melempar pesawat kertas paling jauh
  • Membuat lukisan
  • Membuat mainan dari barang bekas
  • Membuat akuarium mini
  • Membuat roket air
  • Bermain tebak gambar
  • Bermain lompat tali
  • Berenang
  • Membuat baju boneka
  • Memanjat pohon
  • Membuat rumah-rumahan dari kardus
  • Menyusun batang korek api

Ayo sebarkan artikel ini!

Pendapat anda

komentar