Cara Tepat Mengajar Matematika Sesuai Tipe Belajar Anak

Pernahkan anda sebagai orang tua merasa heran kenapa anak anda susah sekali mengusai pelajaran matematika? Bisa jadi anda sudah mendatangkan guru privat atau mendaftarkan si anak di tempat kursus matematika kenamaan. Tapi kenapa hasilnya masih tidak sesuai dengan harapan?

Hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh metode pengajaran yang tidak tepat, yaitu yang tidak sesuai dengan tipe belajar si anak. Seperti diketahui, secara garis besar ada tiga tipe belajar yang mesti kita pahami, yaitu tipe visual, auditori, dan kinestetik.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ketiga tipe belajar tersebut, bacalah artikel kami sebelumnya: Tiga Tipe Cara Belajar yang Penting untuk Anda Ketahui

Bisa jadi anak anda sebenarnya memiliki kecerdasan yang cukup untuk menjadi unggul di bidang matematika. Hanya saja karena metoda pengajaran yang selama ini dia dapatkan tidak sesuai dengan tipe belajar yang dia miliki, maka dia mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran yang diberikan. Akibatnya dia menjadi enggan untuk belajar dan menganggap bahwa matematika itu merupakan pelajaran yang sulit.

Berikut ini beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk memperbaiki cara mengajar matematika agar lebih sesuai dengan tipe cara belajar yang dimiliki anak anda.

 

Untuk tipe pembelajar visual

  • Biasakan si anak untuk selalu menuliskan penjelasan dari pelajaran yang diberikan. Menulis dan membaca merupakan aktivistas yang disukai anak visual.
  • Gunakan flashcard untuk membantu belajar. Sebagai contoh, anda dapat membuat serangkaian kartu dari rumus-rumus matematika yang harus dipelajari anak.
  • Ajarkan anak anda untuk menggunakan warna-warna berbeda sewaktu mencatat pelajaran atau mengerjakan soal. Anak visual sangat menyukai warna-warna, sehingga proses menulis dan membaca menjadi aktivitas yang lebih menyenangkan.
  • Gunakan analogi visual sewaktu menerangkan konsep matematika, contohnya ketika menerangkan tentang pecahan, gambarlah buah yang dipotong menjadi beberapa bagian sehingga si anak lebih mudah dalam membayankannya.
  • Gunakan gambar, grafik, atau diagram untuk melengkapi penjelasan yang diberikan
  • Gunakan program komputer atau aplikasi smartphone tentang matematika yang memiliki visualisasi yang menarik.
  • Pastikan anak anda menyusun rapi catatan pelajarannya. Catatan yang disusun rapi serta dibuat dengan warna-warna yang menarik akan membuat anak visual senang untuk membacanya kembali.

Untuk tipe pembelajar auditori

  • Sewaktu menemani anak anda untuk belajar,terangkanlah materi pelajaran secara verbal
  • Untuk melatih kemampuan berhitung, berikanlah soal dan jawaban secara verbal.
  • Sewaktu berlatih mengerjakan soal, berikan kesempatan kepada si anak untuk membaca soal, kemudian menjelaskan langkah-langkah penyelesaian secara verbal.
  • Gunakan analogi yang menarik dalam bentuk cerita sewaktu menerangkan konsep-konsep matematika yang penting.
  • Gunakan irama atau lagu, contohnya sewaktu menghafalkan hasil perkalian
  • Mintalah anak anda untuk membaca kembali pelajaran dengan mengucapkannya secara verbal, tidak hanya dibaca di dalam hati.
  • Cobalah rekam ucapan anda sewaktu memberikan penjelasan tentang satu masalah matematika. Anak anda dapat mendengarkan kembali penjelasan yang diberikan sewaktu dia belajar di lain waktu.

 

Untuk tipe pembelajar kinestetik

  • Bicaralah dengan guru anak anda agar di sekolah dia bisa mendapatkan tempat duduk di depan. Dengan duduk di depan, maka dia akan lebih fokus dalam belajar dan akan memimimalisir gangguan.
  • Gunakan gerakan tangan sewaktu berhitung, misalnya dengan cara menghitung menggunakan jari tangan.
  • Sewaktu belajar di rumah, berikanlah soal latihan berupa aktivitas fisik, misalnya dengan menyusun, melipat, atau memindahkan benda-benda.
  • Maklumi saja ketika anak sepertinya tidak bisa diam ketika belajar. Misalnya sewaktu membaca tanganya mengetuk-ngetuk pensil di meja. Gerakan yang sering kali dilakukan tanpa sadar tersebut akan membantu si anak dalam berkonsentrasi.
  • Apabila diperlukan, si anak dapat diberikan alat bantu dalam berhitung, misalnya dengan menggunakan sempoa.
  • Berikan dia tugas untuk memberikan pejelasan dengan bantuan diagram atau gambar serta menerangkannya. Aktivitas menggambar dapat memenuhi keinginan bawah sadarnya untuk selalu bergerak.

Itulah beberapa contoh dari cara mengajar matematika yang disesuaikan dengan tipe cara belajar yang dimiliki oleh anak. Tentunya anda sebagai orang tua lebih mengenal sifat dan apa yang menjadi kesukaan anak anda. Jadikan pelajaran matematika anak sebagai pelajaran menyenangkan dengan memberikan metode pelajaran yang sesuai dengan karakter unik si anak sehingga hasilnya menjadi lebih optimal.

Berikut ini beberapa artikel terkait tentang bagaimana mengembangkan potensi belajar anak sesuai dengan tipe belajar masing-masing.

 

Anda ingin mengajar sendiri anak anda matematika di rumah?  

Penting! Inilah Panduan bagi Orang Tua untuk Membantu Anak Belajar Matematika di Rumah

Ayo sebarkan artikel ini!

Pendapat anda

komentar