Cerdas Menghadapi Anak Balita yang Suka Berbohong

balita1.jpgApakah anda merasa khawatir dengan anak Balita anda yang mulai suka berbohong ? Tidak perlu begitu! Berbohong adalah hal yang lumrah untuk anak usia balita sebagai bagian dari perkembangan mereka.

Berikut ini beberapa tip yang dapat anda lakukan untuk menghadapi dan menyikapi anak Balita yang mulai pandai mengarang cerita yang tidak benar.

 

 

1. Jelaskan kepada mereka tentang pengertian berbohong. Anak Balita belum dapat membedakan antara berbohong dan imajinasi. Seringkali orang tua menganggap dia berbohong, padahal dia cuma mengungkapkan apa yang dia harapkan terjadi atau yang ada dalam imajinasinya. Berilah pengertian bahwa berbohong adalah mengatakan sesuatu yang berbeda dengan apa yang terjadi.

2. Hindari situasi yang akan membuat anak anda berbohong. Contohnya, kalau anak anda gampang memecahkan benda-benda, taruhlah benda yang mudah pecah di tempat yang tidak bisa dia jangkau. Anak kecil kerap berbohong karena dia merasa bersalah atas sesuatu dan mereka beranggapan bahwa dengan berbohong segalanya akan kembali baik seperti semula.

3. Jangan suka menuduh. Contohnya ketika dia menyembunyikan boneka kakaknya, jangan katakan : “Apakah kamu mengambil boneka kakak ?”. Sebaiknya, katakanlah : “Ibu sedang cari boneka kakak. Apakah ade bisa bantuin ibu cari boneka kakak supaya kakak tidak nangis?”.

4. Fokuslah pada hal-hal yang positif. Ketika anak anda bercerita, tekankanlah pada bagian cerita yang benar, dan dengan lembut tunjukkan bagian cerita yang tidak benar. Anak-anak biasanya sangat kreatif. Mereka hanya perlu dibimbing tentang bagaimana menceritakan sesuatu sehingga tidak menyesatkan orang lain.

5. Hargailah kejujuran. Sebagian anak beranggapan bahwa cara yang terbaik untuk mendapatkan perhatian orang tuanya adalah dengan berbohong. Karenanya berilah perhatian lebih ketika dia berkata dengan jujur. Dana katakanlah bahwa anda sangat menghargai kejujurannya.

6. Kalau perlu, gunakan hukuman secara bijak. Cara yang paling tepat untuk mengajarkan kejujuran adalah dengan memberi tahu dan membimbing. Tapi ada kalanya sang anak harus diberi hukuman agar dia mengerti bahwa ada konsekwensi yang tidak menyenangkan kalau dia terus berbohong. Contohnya kalau dia mengaku tidak memakan kue, padahal sebagian masih menempel di bibirnya, sembunyikanlah kue selama 1 minggu, supaya dia menyadari bahwa kebohongan akan membawa kerugian bagi dirinya.

7. Bicarakanlah tentang arti penting kejujuran. Tanamkan di bebak mereka bahwa kejujuran adalah hal yang sangat penting dalam hidup manusia. Pencapaian cita-citanya di masa depan tergantung kepada kejujurannya.

8. Carilah bacaan yang menceritakan akibat buruk dari berbohong. Contohnya cerita anak gembala yang berbohong tentang adanya serigala kemudian berakibat dombanya benar-benar dimakan serigala karena orang menganggap dia berbohong.

9. Jangan contohkan kebohongan. Sekali anda ketahuan berbohong kepada anak anda atau orang lain, maka dia akan beranggapan bahwa berbohong adalah sesuatu yang wajar. Biarpun anda berbohong untuk tujuan yang baik, anak-anak tetap akan menilai dari kebohongannya saja.

Kebohongan anak-anak adalah salah satu hal yang membuat menjadi orang tua menjadi pekerjaan yang tidak mudah. Hadapilah anak anda dengan sabar ketika dia berada dalam proses perkembangannya meskipun salah satunya adalah kebohongan.

Ayo sebarkan artikel ini!

 

Pendapat anda

komentar

Submit a Comment