Cara Tepat untuk Mengajarkan Anak tentang Uang

Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang. Sayangnya pengetahuan tersebut, terutama tentang pengelolaan keuangan pribadi, tidak diajarkan secara khusus di sekolah.

Apa yang diajarkan disekolah mengenai pengelolaan keuangan mungkin hanya sebatas peribahasa “Besar pasak daripada tiang”, atau “Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”. Sekolah tidak mengajarkan bahwa ketika dewasa nanti ada banyak hal yang harus dilakukan yang berhubungan dengan uang, mulai dari bagaimana mendapatkan uang, menabung, mencicil rumah, melunasi kartu kredit, berinvestasi, dan segudang masalah keuangan lainnya.

Karena itu, kita sebagai orang tua wajib memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara untuk mengelola uang kepada anak-anak kita sejak kecil. Sehingga ketika mereka dewasa kelak, selain mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang yang banyak, mereka juga dapat mengelola uang dengan bijaksana. Tentunya apa yang kita ajarkan dan contohkan disesuaikan dengan perkembangan usia mereka. Berikut ini beberapa cara mengajarkan anak tentang uang sesuai dengan usia yang sebagian diambil dari

 

Usia 3-5 tahun

  1. Semua orang membutuhkan uang untuk memebeli sesuatu.
  2. Kita bisa mendapatkan uang dengan cara bekerja.
  3. Ada saatnya kita harus menunggu untuk dapat membeli sesuatu.
  4. Ada perbedaan antara benda yang kita inginkan dan benda yang kita butuhkan.

Contoh aktivitas yang dapat dilakukan:

  • Kenalkan tentang benda-benda yang bisa kita dapat secara cuma-cuma dan yang harus kira bayar untuk mendapatkannya.
  • Kenalkan dengan macam-macam pekerjaan yang orang lakukan untuk mendapatkan uang.
  • Ketika berbelanja, tunjukkan benda-benda yang benar kita butuhkan dan benda-benda yang mungkin kita inginkan yang tidak mesti kita beli pada saat itu juga.

 

Usia 6-10 tahun

  1. Kita harus memilih bagaimana kita akan menggunakan uang yang kita punya.
  2. Ada baiknya kita melihat ke beberapa tempat untuk membandingkan harga sebelum membeli sesuatu.
  3. Dengan menabung maka uang kita menjadi aman dan akan bertambah dengan adanya bagi hasil atau bunga.
  4. Jangan memberikan informasi mengenai keuangan kita kepada orang lain.

Contoh aktivitas yang dapat dilakukan:

  • Libatkan anak sewaktu kita mengambil keputusan sederhana yang berkaitan dengan uang. Misalnya sewaktu belanja kita memilih produk A daripada produk B karena kualitasnya sama, tetapi produk A berharga lebih murah.
  • Siapkan celengan untuk menyimpan sebagian uang jajan yang disisihkan untuk ditabung, kemudian bukalah rekening di bank untuk anak. Ajaklah anak ke bank untuk menyetorkan sendiri uang tabungannya.
  • Sewaktu kita memutuskan untuk membelikan suatu benda, misalnya mainan, ajaklah anak untuk membandingkan harga mainan tersebut di beberapa toko yang berbeda, atau mencari harga yang lebih murah secara online.

 

Usia 11-13 tahun

  1. Kita perlu menyisihkan uang untuk ditabung setidaknya 10% dari uang yang kita punya.
  2. Semakin awal kita mulai menabung, semakin banyak keuntungan yang kita dapat.
  3. Jangan menyebarkan informasi mengenai rekening kita melalui media online karena dapat mengundang kejahatan.

Contoh aktivitas yang dapat dilakukan:

  • Tantanglah anak kita untuk bisa mempunyai tabungan dalam jumlah tertentu misalnya dalam waktu satu tahun. Atau ketika mereka menginginkan suatu benda yang lumayan mahal, biarkanlah mereka menabung uang untuk membelinya ketika tabungannya sudah cukup.
  • Perlihatkan buku tabungan yang mereka miliki dan tunjukkan bahwa uang mereka bertambah tidak hanya dari jumlah yang disetorkan, melainkan ada tambahan berupa bunga atau bagi hasil dari saldo tabungan tersebut.

 

Usia 14-18 tahun

  1. Sewaktu membandingkan universitas yang ingin dimasuki nantinya, perhitungkan juga berapa biaya yang diperlukan untuk bisa sekolah di tempat tersebut.
  2. Ajarkan tentang manfaat dan bahaya dari penggunaan kartu kredit

Contoh aktivitas yang dapat dilakukan:

  • Buatlah skenario keuangan yang diperlukan untuk memasuki universitas, dari mulai uang kuliah, tempat tinggal, transportasi dan sebagainya. Hitunglah berapa banyak total biaya yang dibutuhkan sampai tamat kuliah di tempat tersebut.
  • Berikan informasi mengenai berapa banyak biaya yang sanggup kita keluarkan untuk keperluan sekolah mereka.
  • Ajarkan tentang sumber-sumber keuangan lain yang bisa mereka dapatkan, misalnya dengan mendapatkan beasiswa atau hasil dari kerja sampingan

 

Usia 18 tahun ke atas

  1. Ajarkan tentang pentingnya asuransi.
  2. Kita perlu memiliki tabungan diluar tabungan yang terencana untuk keadaan darurat.
  3. Berikan pengetahuan bahwa selain bekerja, kita juga perlu berinvestasi.

Contoh aktivitas yang dapat dilakukan:

  • Libatkan anak dalam kegiatan usaha atau investasi yang kita punya kalau ada. Misalnnya apabila kita memiliki warung, serahilah tanggung jawab untuk ikut mengelola warung itu.
  • Ajarkan mereka untuk mulai mandiri dalam mengelola keungan mereka sendiri. Misalnya mereka harus dapat mengatur pengeluaran untuk berbagai kebutuhannya dengan uang saku yang diberikan.

 

Sumber informasi tulisan: www.moneyasyougrow.org.

 

Ayo sebarkan artikel ini!

 

Pendapat anda

komentar

Submit a Comment