Mengembangkan Potensi Pembelajar Auditory

Apakah anak suka menceritakan lelucon-lelucon baru? Apakah anda sering  mendengarnya bersenandung biarpun tak ada musik ? Apakah anda suka kesal dibuatnya ketika anda sedang berbicara langsung kepadanya dan dia bahkan tidak melirik cara Anda? Jika anda menjawab ya untuk semua, atau bahkan dua dari tiga pertanyaan ini, kemungkinan bahwa anak anda adalah pembelajar auditori.

Seperti diketahui, sebagian para ahli mengelompokkan ada tiga tipe pembelajar, yaitu tipe auditory, tipe visual, dan tipe kinestetik. Tipe pembelajar auditory secara singkat dapat digambarkan sebagai: “Orang yang harus mendengarnya langsung untuk dapat mengerti”

Anak anda kemungkinan besar merupakan pembelajar pendengaran jika ia :

  • Suka cerita dan lelucon
  • Sering berbicara pada dirinya sendiri ketika mengerjakan sesuatu
  • Memiliki kesulitan mengikuti petunjuk tertulis
  • Memiliki masalah dengan menulis
  • Tidak bisa membaca bahasa tubuh atau ekspresi wajah dengan baik
  • Belajar lebih baik ketika berada dalam kelompok dengan siswa lain
  • Memiliki perilaku sosial yang tinggi
  • Menanyakan banyak pertanyaan
  • Lebih ribut atau berisik dari kebanyakan anak-anak lain
  • Suka menceritakan tindakannya sendiri
 

Jika anak anda adalah seorang pembelajar auditori, dia mungkin akan mendapatkan keuntungan dari teknik pembelajaran tradisional , karena sebagian besar ruang kelas berputar di sekitar seorang guru memberikan pelajaran secara lisan kepada sekelompok siswa. Ada banyak cara untuk bekerja dengan kekuatan pembelajar pendengaran, diantaranya sebagai berikut:

  • Ketika anak masih kecil, bacakanlah cerita kepadanya . Ketika dia mampu membaca sendiri, mintalah dia untuk membaca keras-keras – baik untuk orang lain atau diam-diam pada dirinya sendiri . Dorong dia untuk mengikuti teks dengan jari telunjuk saat dia sedang membaca .
  • Anak anda mungkin perlu mendapatkan petunjuk lisan untuk mengerti suatu perintah. Ceritakanlah dengan jelas konsep-konsep baru dan pelajaran kepada anak anda.
  • Bantu anak anda membentuk kelompok belajar dengan anak-anak dari kelasnya. Mendengar ide teman-temannya akan membuat pikirannya terangsang untuk memiliki ide sendiri.
  • Memiliki orang tua atau teman membaca soal keras juga akan membantu.¬†Rekamlah pertanyaan dalam alat perekam atau hand phone dan minta dia untuk menjawab soal tersebut.

Sebagai orang tua, kita perlu memahami cara-cara mereka belajar, bahwa tidak ada satu tipe yang lebih baik daripada yang lain. Yang penting adalah bagaimana memberdayakan pengetahuan tentang tipe belajar si anak untuk memaksimalkan hasil belajarnya.

Ayo sebarkan artikel ini!

 

Pendapat anda

komentar

Submit a Comment